Wednesday, 26 September 2018
Info Terbaru
Home / Artikel / Perbedaan Tiga Transaksi Penyerahan Uang

Perbedaan Tiga Transaksi Penyerahan Uang

Berikut adalah uraian singkat mengenai perbedaan 3 (tiga) transaksi penyerahan uang.

1. Utang

Ketika Anda (pemberi utang) menyerahkan sejumlah uang (sebagai utang) kepada seseorang/lembaga (penerima utang), maka uang tersebut WAJIB DIJAMIN oleh penerima utang.

Penerima utang BOLEH memanfaatkan uang itu. Resiko apapun yang terjadi terhadap uang itu menjadi tanggungan penerima utang.

2. Titipan (Wadiah)

Ketika Anda (penitip) menyerahkan sejumlah uang (sebagai titipan/wadiah) kepada seseorang/lembaga (penerima titipan), maka uang tersebut WAJIB DIJAMIN oleh penerima titipan.

Penerima titipan TIDAK BOLEH memanfaatkan uang itu. Uang yang Anda titipkan akan disimpan oleh penerima titipan, dan diserahkan oleh penerima titipan ketika Anda mengambilnya sejumlah uang seperti semula.

3. Investasi

Ketika Anda (investor) menyerahkan sejumlah uang (sebagai investasi) kepada seseorang/lembaga (pengelola investasi), maka uang tersebut TIDAK BOLEH DIJAMIN oleh pengelola investasi.

Pengelola investasi BOLEH memanfaatkan uang itu. Uang yang Anda serahkan akan dikelola (istilahnya “digolangkan” dalam sebuah usaha) oleh pengelola supaya menghasilkan Profit.

Karena investasi tidak dijamin oleh pengelola investasi, maka nanti ada kemungkinan uang yang Anda peroleh tidak sama dengan yang semula Anda serahkan kepada pengelola investasi. Artinya, adakalanya Anda bisa sama-sama untung atau sama-sama rugi dengan pengelola investasi. Dan, persentase keuntungan ini tidak diambil dari jumlah uang yang Anda serahkan semula, tetapi persentase dari jumlah profit sebagai hasil usaha. Inilah yang disebut dengan persentase bagi-hasil.

Contoh:

Investasi awal Anda Rp. 10.000.000,-
Persentasi Bagi-Hasilnya antara Anda dengan Pengelola Investasi misalnya untuk Anda sebesar 30%, dan untuk Pengelola Investasi 70%.

Setelah dikelola dalam sebuah usaha dengan pengelola investasi, menghasilkan profit Rp. 2.000.000,-

Dalam hal ini kegiatan usaha Anda dengan Pengelola Investasi mengalami Untung.

Artinya: Dana Total menjadi Rp. 12.000.000,-

Perhitungan persentasenya bukan seperti ini:
Anda 30% x Rp. 10.000.000,- = Rp. 3.000.000,-
atau,
Anda 30% x Rp. 12.000.000,- = Rp. 3.600.000,-

Tapi, dari jumlah Profit seperti ini:
Anda 30% x Rp. 2.000.000,- = Rp. 600.000,-
Pengelola Investasi 70% x Rp. 2.000.000,- = Rp. 1.400.000,-

Artinya, nanti Anda akan mendapatkan uang sejumlah Rp. 10.000.000,- ditambah 30% dari profit sejumlah Rp. 600.000,-

Jadi, Total yang akan Anda peroleh sejumlah Rp. 10.600.000,-

Hal tersebut jika usaha mengalami untung.

Bagaimana jika mengalami usaha rugi? Ya, Anda akan menerima jumlah uang lebih sedikit daripada jumlah semula. Jadi, sejak awal Anda harus sama-sama siap mengambil risiko bersama dengan Pengelola Investasi, baik untung maupun rugi.

Ringkasan Kunci Utama Perbedaan dari ke-tiga transaksi di atas:

Demikian, semoga dapat difahami.

Disarikan dari Buku “Ada apa dengan Riba?”, karya Ustadz Ammi Nur Baits.

Contoh kasus merupakan penjelasan dari Admin.

Tulisan ini dimuat untuk berbagi pemahaman, dan semoga dijauhkan dari penyelewengan syaithan.

Baca selengkapnya:
Ammi Nur Baits. 2017. Ada Apa Dengan Riba, Cetakan kedua. Pustaka Muamalah Jogja : Jogjakarta.

 

QUIZZ !!!

  1. Hadiah 20 botol Madu Al-Shifa kemasan 125 gram untuk 20 orang pemenang
  2. Hadiah dapat diambil langsung di alamat kami (lihat peta) atau juga dapat dikirim hanya melalui TIKI (Ongkir ditanggung pemenang)
  3. Jawab pertanyaannya di @muslimmandiridotcom

About Admin

Administrator website muslimmandiri.com

Check Also

Pentingnya Belajar Bahasa Arab untuk Memahami al-Qur’an

JAKARTA (AQLNEWS) – Seorang dosen dan pakar bahasa Arab dari Yaman, Syaikh Dr Muhammad ‘Ali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat