Wednesday, 14 November 2018
Info Terbaru
Home / Market Digital / Apa Itu Market Digital?
Pasang Brand/Produk Anda di sini
Ilustrasi Market Digital

Apa Itu Market Digital?

Sekilas tentang frase Market Digital

 

Market Digital terdiri dari 2 (dua) kata, yaitu Market dan Digital.

 

Market dalam Bahasa Indonesia artinya Pasar. Adalah tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang, dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa. 

Adapun penjelasan agak filosofis tentang apa itu Digital ada di situs Wikipedia. Yang dimaksud dengan Digital disini yaitu sesuatu yang berhubungan dengan dunia internet.

 

Jenis Market / Pasar dan Perbedaannya

 

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa ada 2 jenis pasar yang pernah atau bahkan sering kita kunjungi, yaitu Pasar Tradisional dan Pasar Modern.

Pasar Tradisional adalah suatu tempat dimana penjual dan pembeli bertemu secara langsung bertransaksi dalam bentuk eceran, biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan terdiri dari kios, los, gerai, dan kaki lima, dilaksanakan secara mingguan atau tetap, kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari.

Pasar Tradisional misalnya di Kota Bandung add Pasar Andir, Pasar Ciroyom; di Cimahi ada Pasar Antri, Pasar Atas; di Cirebon ada Pasar Pagi, dan lainnya.

Selain itu ada juga yang disebut dengan Pasar Kaget. Pasar Kaget ini bisa juga dimasukan dalam kategori Pasar Tradisional. Misalnya di Cijerah ada Pasar Kaget yang dikenal dengan nama Pasar Rencong, di Cimahi (Lapangan Brigif), di Bale Endah dekat RS Al-Ihsan Kabupaten Bandung, dan lain-lain.

Satu lagi yaitu Pasar Modern, adalah pasar swalayan, artinya pembeli melayani sendiri (dominannya pembeli sendirilah yang memilih dan mengambil barang) dan antara pembeli dengan penjual pun tidak terjadi transaksi tawar menawar.

Yang termasuk Pasar Modern yaitu Mini Market, Super Market, Hypermarket, Mall. Contoh Pasar Modern: BTC, Pasar Baru, IP, dan lain-lain. Ada yang khusus berjualan barang elektronik, fashion, dan lain-lain.

 

Seperti apa Market Digital itu?

 

Di Era Digital ini, istilah Pasar lebih sering disebutkan dengan kata Market. Walaupun kedua istilah tersebut memiliki makna yang sama, seperti yang telah dijelaskan di awal tulisan ini bahwa pasar/market adalah tempat bertemu/bertransaksinya calon pembeli dan penjual terhadap barang/jasa.

Hal tersebut barangkali untuk menyesuaikan istilah bahasa supaya dapat dimengerti, difahami masyarakat secara luas dimana semuanya dapat diakses oleh masyarakat bukan hanya terbatas skala nasional, tetapi juga skala internasional.

 

Kelebihan dan Kekurangan antara Pasar Tradisional, Modern dan Digital

 

Ada kelebihan dan kekurangannya jika kita membandingkan antara pasar tradisional, pasar modern dan pasar digital.

Jika dilihat dari segi kebersihan/ kenyamanan memang terdapat perbedaan. Di pasar tradisional, misalnya kebetulan kita tidak membawa payung, kalau hujan ya kehujanan, kalau lagi panas ya kepanasan, dan kadang tercium berbagai aroma yang “harum” 🙂 . Berbeda dengan pasar modern yang tampak bersih, terang, adem.

Kelebihannya bahwa di pasar tradisional kita masih bisa melakukan transaksi tawar-menawar sehingga ada kemungkinan mendapatkan harga yang jauh lebih murah (dan itu lumrah, sah-sah saja). Berbeda dengan pasar modern misalnya harga barang-barangnya sudah dipatok dan relatif lebih mahal. Adapun ketika memberikan diskon, penjual di pasar modern kadang memberikan “syarat dan ketentuan berlaku” yang isinya bla-bla-bla.

Lalu, seperti apa Pasar Digital (Market Digital)? Pasar Digital mempunyai pengertian yang sama dengan pengertian Pasar Tradisional maupun Pasar Modern, hanya saja dalam proses pemasaran brand/produknya menggunakan media internet, misalnya saja Website, Facebook, Instagram, Twitter dan media sosial lainnya. Penjualannya bisa online, bisa juga offline.

Barangkali sama pengertiannya dengan Marketplace. Akan tetapi, kenapa saya sebut Market Digital, karena ingin lebih mengarahkan pada dunia digital, walaupun memang Marketplace juga sudah difahami ke arah yang sama.

Berikut adalah beberapa contoh Marketplace yang sudah populer di Indonesia, misalnya Bukalapak, Shopee, Tokopedia, OLX, Zalora, Blibli, dan Lazada. Di samping itu, ada banyak juga marketplace yang berskala internasional seperti Amazon, Alibaba, Aliexpress, yang mana mereka melayani penjualan skala internasional.

Nah, seperti itu lah kira-kira perkembangan pasar dari zaman ke zaman. Ada Pasar Tradisional (offline), Pasar Modern (Offline juga), Market Digital (Online dan bisa juga Offline ketika bertransaksi).

Bagi sebagian orang, ada yang ingin praktis dalam berbelanja, atau sekedar mencari info mengenai barang elektronik, rumah/properti, tempat les bahasa, sekolah anak, produk herbal/perawatan kecantikan, madu sarang atau juga mungkin mencari info tentang hewan buat aqiqah karena mendesak mau aqiqah. Semua itu dapat kita cari dan akses melalui internet. Ada juga yang ingin mencari info tempat makan sekaligus sebagai tempat reuni keluarga.

Karena alasan kepraktisan tadi, maka hadir Market Digital. Para pemilik brand/produk dapat memasarkannya disana secara online. Sedangkan untuk aktivitas transaksi antara penjual dan pembeli sebenarnya tidak melulu harus secara online, tetapi dapat juga secara offline.

Salah satu contoh pemasaran secara online tetapi transaksinya dilakukan secara offline adalah Rumah Makan.

Misalnya, di antara banyaknya Rumah Makan, ada beberapa yang menawarkan selain paket makanan dan minuman yang dapat dipesan secara online dengan layanan antar, tetapi juga menyediakan tempat dan fasilitas untuk pertemuan. Bentuk pertemuannya bisa seperti reuni sekolahan, silaturahmi keluarga, buka puasa bersama, kajian komunitas dan lain-lain. Nah, pemilik rumah makan tersebut dapat memperkenalkan/mempromosikan produk dan layanannya secara online. Akan tetapi, karena rumah makan tersebut menyediakan tempat dan fasilitas pertemuan, maka pelanggan harus datang ke lokasi tersebut untuk melaksanakan kegiatan pertemuannya tadi, sehingga pembayarannya dapat dilakukan secara offline. Maksud saya adalah, jangan berfikir bahwa Market Digital itu harus serba online, karena bisa jadi proses pemasarannya online, tetapi transaksinya bisa offline.

 

Kesimpulan

 

Market Digital adalah tempat bagi penjual untuk memasarkan brand/produknya dan tempat calon pembeli mencari brand/produk secara digital, akan tetapi pada saat transaksi jual-belinya dapat dilakukan secara online maupun offline.

Sekian dulu postingan dari saya mengenai Apa itu Market Digital. Mudah-mudahan dapat memberikan gambarannya secara umum. InsyaaAllah dalam kesempatan selanjutnya saya akan mengupas secara khusus tentang Market Digital Muslim Mandiri. Bagaimana dan seperti apa Market Digital Muslim Mandiri? Nantikan di postingan berikutnya. InsyaaAllah.

Mohon do’anya.

 

Roli Sambas

Pasang Brand/Produk Anda di sini

About Roli Sambas

Owner Market Digital Muslim Mandiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *